gambar: google image
Jakarta - Banyak yang mengaku cinta laut dan senang liburan ke laut. Tapi, sudah tahukah hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan saat berenang di sana? Ini 5 hal yang haram dilakukan saat berenang di laut.
Snorkeling, berenang atau diving. Begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam laut. Namun, bukan berarti bisa melakukan semaunya. inilah 5 hal yang haram dilakukan saat berenang di laut:
1. Memegang terumbu karang
Karang memang indah. Apalagi yang letaknya tak terlalu dalam. Semakin banyak terkena matahari akan semakin warna terumbu karang. Saking cantiknya, jadi penasaran ingin memegang.
Padahal, hal ini bisa merusak karang. Memegangnya meningkatkan potensi karang yang mati. Jika sudah mati, warnanya takkan lagi warna-warni melainkan cokelat. Serta, takkan lagi tumbuh. Jadi terlihatnya jelek. Tak mau kan merusak alam bawah laut Indonesia?
2. Menabrak karang
Selanjutnya adalah menabrak karang. Bisa dibilang, ini hal yang paling banyak dilakukan traveler dengan atau tanpa sadar. Menabrak atau menginjak karang, sama saja dengan membunuh terumbu karang tersebut.
Snorkeling, berenang atau diving. Begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam laut. Namun, bukan berarti bisa melakukan semaunya. inilah 5 hal yang haram dilakukan saat berenang di laut:
1. Memegang terumbu karang
Karang memang indah. Apalagi yang letaknya tak terlalu dalam. Semakin banyak terkena matahari akan semakin warna terumbu karang. Saking cantiknya, jadi penasaran ingin memegang.
Padahal, hal ini bisa merusak karang. Memegangnya meningkatkan potensi karang yang mati. Jika sudah mati, warnanya takkan lagi warna-warni melainkan cokelat. Serta, takkan lagi tumbuh. Jadi terlihatnya jelek. Tak mau kan merusak alam bawah laut Indonesia?
2. Menabrak karang
Selanjutnya adalah menabrak karang. Bisa dibilang, ini hal yang paling banyak dilakukan traveler dengan atau tanpa sadar. Menabrak atau menginjak karang, sama saja dengan membunuh terumbu karang tersebut.
Tabrakan bisa dilakukan dengan kayuhan dari fin atau sepatu katak. Saat snorkeling, mungkin kamu tak terlalu sadar dengan gerakan fin. Bisa saja menabrak karang atau malah dengan sengaja kamu menginjak karang untuk berhenti sejenak.
Sungguh, dua hal ini sangat haram dilakukan selama berada di laut. Usahakan tidak menyentuh karang baik dengan tangan atau dengan fin. Jagalah gerakan selama diving atau snorkeling ya!
3. Memegang biota laut
Memang, lucu rasanya bisa merasakan tekstur ikan atau bintang laut. Padahal, ini sangatlah tidak dianjurkan. Karena memegang hewan laut bisa membahayakan mereka.
Tak perlu memegang apalagi menangkap untuk dijadikan objek foto. Meski setelah itu dilepas, tetap saja hal itu tidak baik. Lebih baik mendekati mereka sampai jarak aman jika ingin memotretnya. Jaga tangan jangan asal pegang.
Banyak cerita tentang biota laut yang mati karena menjadi bahan permainan para wisatawan. Hewan ini dipegang-pegang atau bahkan diangkat ke luar dari air.
Sungguh, dua hal ini sangat haram dilakukan selama berada di laut. Usahakan tidak menyentuh karang baik dengan tangan atau dengan fin. Jagalah gerakan selama diving atau snorkeling ya!
3. Memegang biota laut
Memang, lucu rasanya bisa merasakan tekstur ikan atau bintang laut. Padahal, ini sangatlah tidak dianjurkan. Karena memegang hewan laut bisa membahayakan mereka.
Tak perlu memegang apalagi menangkap untuk dijadikan objek foto. Meski setelah itu dilepas, tetap saja hal itu tidak baik. Lebih baik mendekati mereka sampai jarak aman jika ingin memotretnya. Jaga tangan jangan asal pegang.
Banyak cerita tentang biota laut yang mati karena menjadi bahan permainan para wisatawan. Hewan ini dipegang-pegang atau bahkan diangkat ke luar dari air.
4. Memberi makan ikan
Di area snorkeling yang banyak ikan warna-warni, biasanya wisatawan senang memberi makan ikan. Ada yang dengan roti, bahkan ada juga yang dengan mie instan seduh.
Sungguh berbahaya! Makanan yang tidak biasa dimakan oleh mereka bisa membuat keracunan. Lebih parah lagi, jadi merubah keinginan makan mereka. Jika sudah tidak suka dengan makanan natural mereka, bisa-bisa mereka kelaparan.
5. Buang sampah
Setelah memberi makan yang biasanya di plastik atau botol, pasti sampahnya dibuang begitu saja. Terlalu malas memegang karena sedang asyik berenang. Atau memang malas saja untuk membawanya sampai ke tepian pantai.
Inilah yang membuat laut rusak. Sampah yang dibuang dengan sengaja. Masih banyak sampah lain yang bisa dibuang ke laut, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Jangan sampai melakukan hal itu ya!
Sungguh berbahaya! Makanan yang tidak biasa dimakan oleh mereka bisa membuat keracunan. Lebih parah lagi, jadi merubah keinginan makan mereka. Jika sudah tidak suka dengan makanan natural mereka, bisa-bisa mereka kelaparan.
5. Buang sampah
Setelah memberi makan yang biasanya di plastik atau botol, pasti sampahnya dibuang begitu saja. Terlalu malas memegang karena sedang asyik berenang. Atau memang malas saja untuk membawanya sampai ke tepian pantai.
Inilah yang membuat laut rusak. Sampah yang dibuang dengan sengaja. Masih banyak sampah lain yang bisa dibuang ke laut, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Jangan sampai melakukan hal itu ya!
INFO TENTANG TERUMBU KARANG
Adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.
Terumbu karang hidup hanya bisa bertahan sebentar di atas air seperti ikan dan tidak bisa terkena matahari langsung dan jika terumbu karang masih hidup akan mengeluarkan bau amis seperti ikan, pertumbuhan terumbukarang hanya 1cm / tahun, namun jika terumbu karang mati hanya seperti batu biasa.
Kerusakan terumbu karang
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000 km2. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. Dewasa ini, kerusakan terumbu karang, terutama di Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6,2%. Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya.
Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang :
- membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
- membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang
- pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.
- penggunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.
- Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.
- terdapatnya predator terumbu karang, seperti sejenis siput drupella.
- penambangan
- pembangunan pemukiman
- reklamasi pantai
- polusi
- penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan
BERSENANG-SENANG BOLEH TAPI JANGAN SAMPAI MERUSAK KEINDAHAN LAUT
sumber :
travel.detik.com
Wikipedia
Edukasi kophi senusa

Social Plugin